Selasa, 15 Maret 2022

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Evi Rahman Silalahi, S.Pd 

CGP 3 Aceh Timur

Pemimpin  adalah orang yang bertanggung jawab mengemban tugas  untuk memimpin dan  bisa mempengaruhi serta merangkul orang yang dipimpinnya untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati sesuai kesepakatan bersama, Idealnya seorang pemimpin mempunyai kekuasaan yang dilimpahkan kepadanya. Kekuasaan tersebut merupakan alat dalam menjalankan peran dan tugas kepemimpinannya. Karena kekuasaan dapat berpengaruh menjadi kekuatan energi pendorong seorang pemimpin untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan mengubah perilaku orang yang dipimpin  untuk meningkatkan kinerja serta pencapaian tujuan organisasi tersebut. Oleh karena itu, agar tugas kepemimpinan dapat berjalan dengan baik maka digunakan tindakan atau strategi. Tindakan atau strategi yang digunakan bergantung kepada seberapa tinggi pengetahuan dan keterampilan seorang  pimpinan dalam membuat dan mengembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dua dimensi kepemimpinan yaitu: pertama, dimensi yang berkenaan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktivitas pemimpin. Kedua, dimensi yang berhubungan dengan peranan  orang yang dipimpin dalam melaksanakan peran dan tugas.

Pada modul 3.2 materi yang dipelajari yaitu Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya. Pembahasan modul lebih menekankan pada satu pendekatan yaitu yang dikenal sebagai Pendekatan Berbasis Aset/Kekuatan (Asset Based Thinking). Pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset menekankan kepada upaya kemandirian dari suatu komunitas dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi dengan bermodal kekuatan dan potensi yang ada dalam diri. Pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset berpusat  pada sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang mengarah pada masa depan bukan mengarah pada masalah/isu.

Berbekal pemahaman dan pengetahuan  yang telah  saya peroleh melalui materi modul 3.2 ini, akhirnya saya mampu melihat kekuatan atau potensi diri yang selama ini saya miliki.  Kekuatan atau potensi tersebut merupakan aset dan modal bagi diri saya sebagai seorang pendidik atau pemimpin dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan sekitar seperti sumber daya yang ada di kelas, sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, langkah pertama yang akan saya lakukan dalam proses pembelajaran di kelas adalah memanfaatkan potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap murid. Saya harus meyakini bahwa setiap murid memiliki potensi yang ada pada setiap diri mereka. Potensi yang dimiliki oleh setiap  murid tentunya berbeda-beda (berdiferensiasi). Keberagaman potensi yang dimiliki murid ini merupakan salah satu aset bagi saya dalam mengelola sumber daya sehingga mampu menciptakan karya menurut minat, bakat, dan kreativitas mereka masing-masing. Murid dapat berinovasi mengembangkan kreativitasnya dengan menerapkan ide-ide yang mereka miliki. Ruang kelas juga dapat diupayakan dan dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi murid.

Pelaksanaan selanjutnya yaitu untuk sekolah, memberdayakan potensi/aset yang dimiliki oleh sekolah yaitu potensi yang dimiliki oleh kepala sekolah, guru, tenaga staf, murid, orang tua dan masyarakat sekitar sekolah.  Hal tersebut akan mendukung keberhasilan untuk mensukseskan program-program yang dibuat oleh sekolah. Pelibatan   seluruh komponen sekolah untuk turut mendukung dan bekerja sama agar mampu mengembangkan dan memajukan sekolah. Mengajak  semua komponen sekolah merancang suatu program dalam pengembangan kreativitas baik murid mapun gurunya. Mengajak  semua komponen sekolah untuk terlibat dalam realisasi potensi yang mereka miliki. Penerapan   bagi lingkungan masyarakat sekitar adalah dalam bentuk komunikasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menjalin  hubungan dan komunikasi sosial dengan baik kepada seluruh warga sekitar sekolah. Membina  hubungan kerjasama lewat komite sekolah yang memiliki latar belakang yang beragam.

Rangkaian materi yang tercakup di dalam modul 3.2 ini merupakan keterkaitan dari keseluruhan rangkaian materi yang ada dalam modul sebelumnya yaitu modul 1 dan modul 2. Pemikiran dan filosofi tentang pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah  sebuah peristiwa yang bermakna bagi pemikiran pendidikan di Indonesia. Sesuai perannya, guru adalah  pemimpin pembelajaran yang menuntun murid agar mencapai kebahagiaannya sesuai dengan kodratnya. Guru sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran seyogyanya mampu melihat kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh setiap murid. Karena hal ini merupakan bagian komponen biotik  atau komponen hidup dalam komunitas sekolah yang dapat dijadikan sebagai aset/modal dalam perancangan dan penyelenggaraan program sekolah sebagai salah satu kekuatan atau modal untuk membangun dan mengembangkan mutu pendidikan.

Seorang pemimpin dalam pelaksanaan pembelajaran membutuhkan strategi dan tindakan yang tepat. Salah satu strategi dan tindakan yang dilakukan adalah strategi dalam pengambilan keputusan. Untuk mengambil satu keputusan yang tepat dan efektif tentu dibutuhkan kemampuan dalam  menetapkan paradigma dan prinsip-prinsip serta pengujian. Dalam hal ini seorang pemimpin adalah personal yang memiliki kemahiran tertentu dan sebagai bagian dari aset/modal terbesar yang dimiliki oleh sebuah komunitas. Dalam sebuah komunitas tentu memiliki aset/modal yang salah satunya adalah modal manusia dengan potensi dan kekuatan yang ada dalam diri masing-masing. Karena setiap manusia tentu memiliki potensi dan kekuatan yang berbeda-beda. Hal  ini terkait juga dengan materi pembelajaran berdiferensiasi,  bahwa setiap manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan segala perbedaan. Jika  segala perbedaan itu dapat terjalin kolaborasi dan kerja bersama maka akan tercipta kekuatan besar untuk mencapai suatu keberhasilan.

Sebelum mempelajari materi pada modul 3.2 ini, saya cenderung melihat sebuah komunitas hanya pada kekurangan yang ada, masalah yang sedang terjadi, kendala yang sedang dihadapi. Segala sesuatu yang ada dalam komunitas tersebut, saya lihat dengan cara pandang yang negatif tanpa melihat adanya kekuatan/potensi yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Tetapi setelah saya mempelajari dan memahami materi pada modul 3.2 ini, timbul pemikiran baru yang saya dapatkan terhadap cara pandang pada sebuah komunitas. Yaitu pengelolaan sumber daya sebagai aset/kekuatan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh sebuah komunitas. Saya meyakini bahwa pengelolaan sumber daya sebagai aset/kekuatan adalah merupakan sebuah konsep untuk menemukan dan mengenali hal-hal positif. Dengan  menggunakan potensi sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan atau pun potensi positif. Saya semakin menyadari bahwa kekuatan untuk membangun sebuah komunitas adalah terletak pada potensi yang dimiliki oleh setiap komponen yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Dan cara pemanfaatan aset dan kekuatan itu secara maksimal tentunya terletak pada kemampuan dan kompetensi seorang pemimpin dalam mengambil satu tindakan keputusan yang tepat dan berdaya guna bagi seluruh bagian komunitas baik internal maupun eksternal.