Selasa, 19 Oktober 2021

MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DENGAN MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KESEPAKATAN KELAS


1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif 

 

UPAYA MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DENGAN KESEPAKATAN KELAS

A.        LATAR BELAKANG

Anggapan guru sebagai sosok ideal dan panutan di masyarakat sudah ada sejak dahulu, meskipun pada perkembangannya anggapan tersebut mulai pudar. Sejarah mencatat KI Hajar dewantara atau Soewardi Soeryaningrat sebagai bapak pendidikan nasioanla karena jasanya membangun pendidikan di Indonesia. Ki Hajar mendirikan National Onderwijs Institut Taman Siswa (Perguruan nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922 atau lebih dikenal dengan sekolah Taman Siswa.

Ajaran yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan, Ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk memprakarsa) dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan. Ajaran tersebut memberi falsafah bagi pendidikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari lambang departemen pendidikan nasional yang bertuliskan Tut Wuri Handayani.

Guru  sebagai pengajar berperan mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswanya. Jika dahulu guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, dengan perkembangan dan kemajuan teknologi guru sekarang bukan lagi pemberi materi melainkan menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar. Guru sebagai pendidik berperan untuk mentransfer nilai-nilai yang berlaku. Guru harus menjadi tokoh teladan yang memiliki standar kualitas pribadi positif tertentu, yang mencakup sabar, disiplin, tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan rendah hati. Guru pun harus mengetahui dan memahami nilai, norma moral, sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk dapat mengembangkan budaya positif di sekolah agar dapat menumbuhkan motivasi diri  siswa untuk dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Budaya positif sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh seluruh ekositem sekolah baik kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat sekitar sekolah. Untuk dapat menerapkan budaya positif di sekolah, guru dapat memberikan program pembiasaan spontan maupun program pembiasaan rutin di sekolah seperti membiasakan mengucapkan salam, saling sapa, atau dengan penerapan program rutin sekolah seperti pengajian rutin, shalat dhuha, dan lain-lain.

Salah satu penerapan budaya positif di sekolah adalah penerapan kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas adalah kesepakatan yang diambil oleh seluruh warga kelas/sekolah dan dapat diterima oleh seluruh warga kelas/ sekolah. Kesepakatan kelas disetujui oleh kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran  dan disepakati oleh seluruh siswa.

B.        TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai pada siswa melalui tindakan kesepakatan kelas adalah

·         Menumbuhkan rasa tanggung jawab

·         Membentuk budaya disiplin positif 

C.        Tolak Ukur

Tolak Ukur dan bukti yang dapat dijadikan indikator bahwa tindakan ini berjalan dengan baik adalah

1.    Peserta didik memunculkan karakter tanggung jawab dalam dirinya.

2.    Terbentuk disiplin positif pada diri anak.

3.    Peserta didik mempunyai karakter saling menghargai

 

D.        Aksi Nyata Yang Dilakukan

Kegiatan aksi nyata yang dilakukan berupa penerapan budaya positif melalui kesepakatan kelas memuat beberapa langkah dalam pelaksanaannya. Keterlibatan setiap individu dalam sekolah maupun kelas dapat mewujudkan budaya positif di kelas maupun sekolah. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas adalah

1. Berbincang atau mendiskusikan dengan kepala sekolah dan rekan guru terkait pelaksanaan kesepakatan kelas sebagai langkah awal  dalam pembentukan budaya positif di kelas/sekolah

2. Membentuk kesepakatan kelas bersama siswa, dengan memperhatikan harapan dan pendapat seluruh siswa, dengan menayangkan video panduan kesepakatan kelas, Guru mengajak murid memikirkan dengan hati-hati tentang keinginannya tentang kelas impian, Guru meminta siswa menuliskan apa yang mereka pikirkan dan inginkan tentang kelasnya dalam belajar, siswa menuliskan tentang kelas impian mereka, siswa menempelkan hasil pemikirannya di papan tulis, Setelah semua berpartisipasi salah seorang siswa membacakan hal-hal yang telah ditulis tentang kelas impiannya, Guru mengajak siswa berdiskusi membahas impian-impian tentang kelas yang sudah ditulis, Guru dan siswa membaca hasil kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama, kemudian saling menandatangani hasil kesepakatan tersebut sebagai tanda persetujuan. 

E.         Refleksi

1.    Keberhasilan

·  Kesepakatan kelas yang melibatkan siswa dapat membentuk karakter siswa lebih bertanggung jawab.

·        Membuat suasana kelas cukup kondusif

·        Guru dapat mengingatkan siswa apabila terdapat yang melanggar kesepakatan.

·        Siswa dapat saling mengingatkan sesama untuk menaati kesepakatan.

2.    Hasil yang kurang optimal terdapat siswa yang masih melanggar kesepakatan kelas 

F.         Rencana perbaikan

  Rencana perbaikan untuk pelaksanaan masa mendatang adalah berupaya semangat menjaga komitmen kesepakatan dari semua pihak terutama guru dan siswa agar dapat menjalankan kesepakatan kelas. Selalu menjalin komunikasi dan kolaborasi positif dengan seluruh pihak serta selalu saling  memotivasi agar upaya penerapan budaya disiplin positif dengan pembentukan karakter siswa melalui kesepakatan kelas dapat tercapai.

 G.        Dokumentasi Kegiatan

  

                        Berdiskusi dengan kepala sekolah mengenai kesepakatan  kelas

 

 

 Berdiskusi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat terkait pelaksanaan kesepakatan kelas sebagai langkah awal pembentukan budaya positif.


 


 Membuat kesepakatan kelas dengan siswa di kelas

   

Poster Kesepakatan Kelas



11 komentar:

  1. Wah keren banget... Sukses terus buat evi

    BalasHapus
  2. Wadidaw....pusing2 tapi dia duluan kelar, emang gk bisa dipercaya ibu hebat satu ni...suka x merendah 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. yakin lah Buk Maya saat kita panik itu pasti akan sll ada ide spontan🤣

      Hapus
  3. Masya Allah,,kereen tulisan buk Evi..

    Melalui sebuah kesepakatan inilah siswa/i akan memiliki rasa tanggung jawab peraonil untuk mentaatinya, tanpa ada keterpaksaan dari guru atau pihak lain...

    Saya yakin dengan pembiasaan ini,insya Allah siswa/i SMPN 1 Peureulak akan terbiasa berkarakter positif baik di sekolah maupun diluar sekolah..

    👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Terimakasih Bapak/Ibu.. btw kalau boleh tau ini siapa ya🤣

      Hapus
  4. Mmg bu Evi hebat banyak kemajuan selama diSMP Neg Peureulak

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Makasih Pak Rian, sukses n semangat juga buat Pak Rianto

      Hapus
  6. Luar biasa ,,, sangat termotivasi sekali setelah membaca artikel bu Evi. Semangat bu evi .....sukses selalu

    BalasHapus